Minggu, 27 Januari 2013

MUDIK

Tepatnya di tanggal 28 Desember saya dan sekeluarga pergi ke tempat kelahiran kedua orang tuaku. Tempat yang sejuk, bahkan bias dibilang dingin, ya dingin sekali. Apalagi disaat pagi, dan menjelang malam hari. Medan..ya disitu lah tempatnya. Namun bukan di kota Medan melainkan di perkampungan nan asri dan indah. Awalnya saya psimis untuk ikut berangkat ke medan. Karena tepat di bulan Desember saya sedang melaksanakan UTS (Ujian Tengah Semester). Namun pujiTuhan ujian pun selesai tepat pada tanggal 26 Desember, dan saya pun bias berangkat dengan ada ganjalan sedikitpun. Setibanya kami sampai di medan kami langsung berangkat ke kampong ayahku di laguboti. Pemandangan yang ditawarkan begitu indah, dan mata yang selalu menatap lebih lama dari biasanya. Setelah beberapa hari ditempat kelahiran ayahku, kami sekeluarga langsung berangkat ke kampong mama ku di Nainggolan dekat pesisir pulau Samosir. Mulut yang berdecak kagum melihat betapa indahnya karunia dan ciptaan Tuhan. Disana kami merayakan pergantian tahun.tepatnya Tahun Baru. Kami merayakan bersama keluarga besar dari mama dan tentunya keponakan-keponakan yang lucu dan menggemaskan. Pesta kembang api dan ada 1 ritual yang biasa kami lakukan di malam pergantian tahun, namanya MANDOK  HATA. Tepat di jam 00.00 kami berdoa bersama dan mandok hata. Mandok hata itu, setiap asing-masing personal wajib untuk berbicara. Seperti mengucap syukur dan meminta maaf ke orang tua dan semua yang berada disitu. Sehabis mandok hata maka ditutup kembali dengan doa, dan bercengkrama 1 dengan yang lainnya. Usai sudah tahun baru lalu kami lanjut berjalan-jalan ke beberapa rekreasi,diantaranya Salib Kasih dan mendaki gunung di pucuk buhit. Setelah sepekan berada diasana kami pun bergegas pulang ke Jakarta untuk melakukan aktivitas kami kembali J

0 komentar:

Posting Komentar